SMK Babussalam Gangga: Gratis Betulan di Ponpes Babussalam

Safari Ramadan tak hanya dilakukan pejabat pemerintah. Buktinya, Yayasan Ponpes Babussalam dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah NTB, Kamis malam lalu juga malakukan safari di bulan suci ini.

Rombongan menyambangi jamaah Masjid Nurul Iman, Montong Alung, Desa Aikbukak, Batukeliang Utara, Lombok Tengah. Rombongan dipimpin Ketua Yayayasan sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Tarbiyah Islamiyah NTB, Dr Lemen Arjiman. Ia didampingi pengurus dan staf pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Lombok Utara.

Lemen Arjiman mengatakan, safari yang dilakukan Yayasan Babussalam dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah NTB ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi dengan seluruh masyarakat di Montong Alung khususnya dan Aik Bukak pada umumnya.

Lemen meyakinkan jamaah setempat, jika dengan silaturrahmi akan banyak manfaat yang didapatkan. Manfaat tersebut diantaranya, bonus perpanjangan umur, dimurahkan rezki dan memperkuat tali ukuwah islamiyah diantara sesama ummat Islam.

“Karena itu saya mengimbau masyarakat Montong Alung untuk memperbanyak silaturrahmi, karena akan memberikan keuntungan yang besar,” kata pria yang sehari-harinya berdinas di PU Lombok Barat ini.

Terkait dengan keberadaan Ponpes Babussalam, ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat 32 titik pengembangan pendidikan, sosial dan dakwah se-Pulau Lombok yang sudah, akan dan tengah dikembangkan. Pola pengembangan pendidikan di Ponpes Babussalam yang manaungi sejumlah strata pendidikan tersebut berbeda dengan Ponpes atau lembaga pendidikan negeri dan swsta lainnya.

“Di lembaga pendidikan kami gratiskan biaya pendidikan. Ini sebagai salah satu strategi kami memotivasi warga masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan agar menjadi manusia yang berilmu, bermartabat dan berakhlaqul-Qarimah,” kata pria berbasis keilmuan teknik ini.

Pola pendidikan gratis dijadikan tren tersendiri bagi warga tidak berkemampuan yang disekolahkan di Ponpes ini. Hal ini terbukti dengan diberikannya pakaian seragam cuma-cuma dan perlengkapan sekolah lainnya termasuk alat-alat praga lainnya untuk praktik. “Bahkan siswanya kita kasi uang pendidikan dan beasiswa. Itu bila mereka berprestasi,” jelas Lemen.

Ia menambahkan, Lembaga pendidikan di Ponpes Babussalam NTB ini disiapkan dari tingkat RA/TK, PAUD, MI, M.Ts, MA/SLTA/SMK hingga Perguruan Tinggi. Ia menyebut kebanggaannya, jika siswa-siswinya di SMK Teknik yang ada di Lombok Utara meski belum menamatkan pendidikannya tapi sudah bisa menghasilkan uang.

Sejumlah perusahaan ataupun masyarakat lainnya membutuhkan keahlian siswa dalam teknik disain menggambar bangunan, baik masjid, sekolah ataupun kantor sedari awal sudah diminta.

Sementara itu, di tingkat Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Gondang, Lombok Utara membuka jurusan manajemen pendidikan dan jurusan kependidikan lainnya. Diharapkan dengan jurusan yang dibuka ini ke depannya bisa mencetak tenaga-tenaga kependidikan yang cakap, kreatif dan berdayasaing. Terutama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kalau di PerguruanTinggi kita hanya pungut SPP Rp 100 ribu per-bulannya. Jadi satu semester hanya Rp 600 ribu saja. Termurah diantara yang lainnya,” jelas Lemen.

Pada Ponpes yang dikelolanya selama ini, kata Lemen, pihaknya juga memperkuat basis keilmuan agama, pengajaran tilawah, qiraah, memperdalam kitab. Tujuannya, para alumni tidak saja cerdas secara intlektual, namun juga cerdas secara spiritual.

“Agar mereka terjun di tengah-tengah masyarakat mereka bisa memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan,” harap Lemen, seraya mengimbau kepada masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak-anak didiknya di Ponpes Babussalam.

Sebelumnya Safari Ramadan dilakukan di tiga tempat di KLU. Diantaranya di Masjid jamiq Senjajak, Desa Sambik Bangkol, Masjid Nurul Islam, Dusun Gol, Medana dan Masjid Darussalam, Dusun Lendang, Desa Bentek.

Pada kesempatan itu, para penceramah yang terdiri dari TGH Dr Bustomi Arifin ataupun Ustaz Budi Mansyur menekankan pentingnya silaturrahmi di bulan Ramadan. Mengisi Ramadan ini dengan memperbanyak zikir, berdoa dan istigfar. Serta melakukan gerakan amaliah sunnah lainnya.

“Sesungguhnya kesuksesan seseorang itu ditentukan empat faktor. Diantaranya angkat tangan, maksudnya bermohon bermunajat pada Allh SWT dengan cara angkat tangan artinya berdoa, jabat tangan dengan rajin bersilaturrahmi, campur tangan artinya rajin berusaha/berikhtiar dan terakhir garis tangan. Yang satu ini soal nasib karena pada muaranya Allah lah yang menetukan segala-galanya,” jelasnya.

Dalam setiap safari, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa Alquran bagi masjid yang dikunjungi. “Saya berharap agar Alquran ini rajin dibaca. Tidak hanya sekedar sebagai pajangan saja, namun terpenting dari semua itu adalah rajin disuarakan dan tentunya diamalkan kandungannya,” tandas Lemen

<a href=”http://www.lombokpost.net/2015/07/05/gratis-betulan-di-ponpes-babussalam/”> lihat sumberr</a>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *