PASCA GEMPA, PONPES BABUSSALAM NTB KONSISTEN TAWARKAN SEKOLAH GRATIS

Ruang darurat SMK babussalam, LOmbok Utara pasca gempa Lombok 2018 lalu.

Pendiri sekaligus pembina Ponpes Babussalam Tarbiyah
Islamiyah NTB, Dr Ir H Lemen Arjiman, M.Pd menjelaskan, lembaga pendidikan
berbasis madrasah yang dikelolanya, memiliki 39 lokasi pendidikan
di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara.

Lombok Utara, smksbabussalam.sch.id-  Meski dihantam gempa tektonik 2018 lalu, yang merobohkan berbagai sarana prasana bangunan sekolah, namun menariknya Pondok Pesantren Babussalam Tarbiyah Islamiyah NTB masih konsisten membebaskan biaya pendidikan kepada santrinya.

“Jadi dengan menuntut ilmu di Ponpes ilmu dunia dan
akhirat, akan kita peroleh sekaligus. Termasuk perilaku ahlaqul karimah dan
hubungan sosial kemasyarakatan yang harmonis. Bisa kita terapkan dalam
kehidupan kelak di masyarakat,” ujar Lemen.

Para santri Ponpes Babussalam, Lombok Utara pada pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) 18-21 Juli 2018 lalu.

“Misi dan visi pendidikan yang kita kembangkan yakni
pendidikan berbasis keterampilan bersendikan agama dengan tujuan akhir “Selamat
Dunia Akhirat”. Segala bentuk biaya pendidikan yang ada di Ponpes kita
gratiskan. Bahkan pakaian seragam dengan segala atributnya kita siapkan
cuma-cuma. Ponpes babussalam menginginkan anak-anak kita dalam usia produktif
terutama yang tinggal dan jauh dari akses pendidikan dan tidak mampu secara
ekonomi bisa menikmati pendidikan yang layak,” kata Lemen pada penutupan Masa
Orientasi Sekolah (MOS) santri baru di Ponpes Babussalam Tarbiyah Islamiyah
Lombok Utara, Minggu (21/7).Lemen menekankan, di Ponpes yang ia bina ini mewajibkan
santrinya untuk tinggal di asrama. Selain itu, seluruh santri
wajib menghafal Al-Qur’an dari 5 Juz hingga 30 Juz. Para santri juga
diwajibkan untuk memiliki sekaligus belajar kitab kuning.

Dikatakan, hingga saat ini, santri Ponpes Babussalam
tercatat sebanyak 2.130 orang dari jenjang pendidikan TK hingga SMK. Belum
termasuk mahasiswa Perguruan Tinggi Babussalam.

Ia mengaku bersyukur meski gempa bumi tektonik
menimpa Lombok tahun lalu. Ternyata semangat pendidikan bagi siswa cukup
tinggi. Hal ini terbukti dengan semakin bertambahnya jumlah siswa baru yang
ingin mengeyam pendidikan di Ponpes Babussalam NTB.

“Kami bangga atas atas antusias para santri kita utuk
tetap semangat belajar. Sekalipun gempa sejak tahun lalu hingga terus-menerus
terjadi saat ini. Namun tidak menyurutkan para santri kita untuk tetap belajar.
Bahkan santri baru kita di SMP dan SMK babussalam Lombok Utara meningkat 200
orang dari tahun sebelumnya hanya 150 orang saja,” kata Mujahidin, M.Pd Kepala
SMK Babussalam Lombok Utara.

Sebagaimana diketahui, Ponpes Babussalam membuka lembaga
pendidikan di Pulau Lombok dari TK hingga Perguruan Tinggi. Khusus untuk SMK
baik yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) maupun di Kabupaten Lombok Timur
memiliki jurusan tata busana, otomotif, pertukangan, jurusan jalan jembatan,
teknik gambar bangunan, otomotif, teknik jaringan komputer, dan multimedia.
Harapannya agar kelulusannya bisa terserap di bursa kerja yang ada.

“Sedangkan untuk STITI Babussalam membuka Program Studi
(Prodi) Manajmen Pendidikan, Prodi Guru TK/PAUD dan Prodi Guru SD. STITI
Babussalam merupakan satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Lombok
Utara. Telah mendapatkan izin akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN)
Pergruan Tinggi,” pungkas Lemen. (Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *