Antusiasme belajar Siswa SMK Babussalam

(penulis: Zulandri)

siswa tidak wajib menyukai atau menguasai pelajaran kita. Ada  seseorang, yang barangkali, memang memiliki minat atau passion tersendiri. Biarkan saja.

20161105_022454

Meski demikian, bukan berarti kita mesti abai akan antusiasme siswa dalam belajar. Mereka masih sangat muda, masih mungkin untuk menyerap berbagai hal, lalu menyaringnya. Iya, mereka tidak wajib menyukai atau menguasai pelajaran kita, tapi bukan berarti bisa seenaknya mengabaikan pelajaran. Ikhtiar itu perlu diusahakan, hasilnya saja yang dipasrahkan.

Daku sebenarnya tidak yakin, ketertarikan siswa itu memiliki motif apa di baliknya. Entah memang murni pengin belajar, hanya cari perhatian atau sekadar mengejar nilai. Yang jelas, kita bisa menerka siapa saja siswa yang memiliki antusiasme tinggi.

Akan halnya siswa siswi SMK Babussalam Gangga, mereka bisa dikatakan memiliki ketertarikan yang cukup tinggi pada pembelajaran, lebih khusus lagi pada mata pelajaran produktif yang akan menjadi skill mereka, dan bisa menjadi modal dalam mengarungi kehidupan yang keras ini.

Tanda-tanda antusiasme siswa bisa kita lihat dari beberapa hal berikut:

  1. Siswa sisi ini kadang secara tidak sadar selalu memiringkan kepalanya. Seolah-olah ia ingin membuat gerakan nyaman, yang membantunya menyerap dengan baik terkait apa yang tengah disampaikan.
  2. mereka bisa merengek perpanjangan waktu apabila yang sedang dipelajari itu dalam keadaan menggantung.
  3. Mereka menunjukkan rasa kepo, ingin tahu atau penasaran terhadap apa yang dijelaskan oleh gurunya. Ketika menerangkan, banyak anak bertanya. Ia juga terlihat melakukan otak-atik terhadap apa yang guru sampaikan. Rautnya akan terlihat apabila dia belum puas atau masih memiliki ganjalan yang sebenarnya pengin disampaikan.
  4. eye contact mereka stabil. Tidak lari ke mana-mana dalam waktu lama. Boleh saja mereka mengantuk atau merasa bosan, namun perhatian matanya fokus.
  5.  mata mereka jarang berkedip. Indera penglihatan ini seolah-olah tak mau ketinggalan apapun yang sedang berlangsung.
  6. Meski soalnya sulit, tapi dia terus melakukan ‘penelitian’ dengan mengubek-ubek cara yang sekiranya bisa diterapkan. Sekalipun salah, dia terus mencoba dan mencoba.
  7.  tidak sedikt dari mereka yang ‘mengganggu’ guru dengan bertanya-tanya, menyampaikan pendapatnya atau sekadar mengomentari hasil kerja teman-temannya. Apa saja, yang sekiranya membuat guru memerhatikannya.
  8. Mereka terlihat gigih dalam menjawab pertanyaan. Cara A tidak bisa, mereka coba cara B, begitu seterusnya.
  9.  Rata-rata sebagian besar anak merespons. Ada yang cuek, tenggelam dalam aktivitasnya sendiri, tapi hampir semuanya menajamkan telinga dan peka.
  10. Kalau guru tersenyum, anak ikut tersenyum, mereka sudah menaruh respect sekaligus rasa suka.
  11. Kadang-kadang hal yang tidak terlalu lucu pun bisa menciptakan tawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *